Pacaran Kudus

Pacaran Kudus

Kasih dan Cinta terlihat sama tapi punya perbedaan tipis.

# Tanpa pacaran kudus tidak akan mungkin ada pernikahan kudus.

# Kekudusan bagi dunia seperti penjara. Diidentikan dengan penjara, hukum taurat, karena tipu daya iblis. Seolah sperti sesuatu yang membosankan, mengambil kebahagiaanmu. Iblis adalah bapa segala dusta. Percayalah kamu pada Allah Bapa. Percayailah firmanNya dengan iman. Jangan ragukan perintah dan kasihNya.

# Pencobaan itu tampak manis seperti hawa yang terpedaya memakan buah. Tanpa ditambah-tambahkan pencobaan hidup itu sudah tampak manis apalagi kamu meragukan kasih Allah, membuat kamu semakin tidak tahan dengan pencobaan.

# 5 prinsip pacaran kudus :

1. Pacaran sekali untuk menikah.
(Memulai dengan benar untuk menggenapi janji Tuhan dihidupmu. Jika bisa memulai dengan benar mengapa memperbaiki yang rusak. Lebih baik bertobat daripada binasa. Lebih baik taat daripada bertobat. Jangan coba-coba dalam pacaran. Coba-coba-lah dalam berdoa uji dengan Tuhan. Pacaran bukan karena merasa saling jatuh cinta begitu saja. Jatuh cinta bukan ukuran yang tepat untuk pacaran. Cinta yang bertanggung jawab karena didasari rasa percaya, hormat, saling menerima, saling memiliki, inilah cinta yang memuaskan.)
(Kidung agung 8:4 ; gagal merencanakan sama dengan merencanakan kegagalan, berencana dan libatkan Tuhan kapan sepatutnya kamu mulai berpacaran.)

2. Mengutamakan buah roh / buah kasih dalam berpacaran.
(Utamakan buah daripada pohonnya. Kasih itu memberi bukan mengambil, membangun bukan meruntuhkan, melindungi bukan menelanjangi/melucuti.)
(Matius 7:16-20 ; jangan bangga mendapat sesuatu dari pohon, tapi dari buahnya. Buah yang ada padamu. Buah dari kehidupanmu. Lihat dari buah untuk mengetahui mana yang kehendak Tuhan dan mana yang bukan. Karena dari buah kamu mengenal dirimu sendiri. Buah yang menentukan sedari pacaran hingga menikah.)

* Hormati hukum tubuh.
(Tubuh punya kuasa. Jangan remehkan dan Hormati potensi dan kekuatan lawanmu (dagingmu, tubuhmu sendiri) untuk bisa menang dan mengeluarkan buah roh. Belajar mengarahkannya dengan benar. Hormati tubuhmu kalo mau taklukan tubuhmu.)

* Hormati “kamar” pasanganmu.
(“Kamar” pasanganmu selama berpacaran apapun alasannya itu adalah musuhmu…!
Apa yang kamu “berhalakan” (kebersamaan yang terlalu mengekang, seks, apapun itu) selama pacaran tidak akan pernah kamu rasakan/nikmati dipernikahanmu nanti.)

* Supaya sungguh layak menerima berkat kudus di hari pernikahanmu.
(Penyertaan Allah, berkat finansial, berkat anak cucu. Tujuan memelihara kekudusan dan mengutamakan buah roh adalah untuk mendapat reward-nya ; ibrani 12:16-17 ; kamulah yang menabur dan menuai ; menabur angin menuai badai ; yang tidak kau tabur adalah yang tidak kau tuai ; berkat adalah berkat, kutuk adalah kutuk ; taburlah dan tabung buah roh sedari sekarang. Penyertaan Allah supaya Tuhan meng-cover

Spenuhnya. Berkat finansial supaya “tanah” tidak melawanmu, berkecukupan/berkelimpahan menyertaimu dengan tidak ada embel-embel kesusahan dibaliknya yang mengikuti. Berkat anak cucu supaya anak cucumu turut serta ikut menuai apa kamu tabur.)

3. Menghormati orang tua
(Keluaran 20:12 ; penting untuk hubunganmu direstui. Melibatkan orang tua dalam hubungan tapi jangan terlalu dalam, normal, dan yang sepantasnya. Restu orang tua menentukan berkat kebahagiaan pernikahanmu. Berdoalah karena kamu tahu bahwa kamu benar dan berusahalah dengan cara yang membawa berkat bagi orang tua yang tidak mengenal Tuhan.)

4. Menghormati gembala/pemimpin rohanimu.
(Ibrani 13:17 ; restu orang tua tanpa restu pemimpin adalah nol. Libatkan pemimpin dalam penyertaan hubungan pacaranmu, libatkan dalam proses perjalanan hubungan pacaranmu, kontrol kesehatan pacaranmu. Supaya tetap ada nilai alkitabiah dan spirit mengenal Tuhan dalam pernikahanmu nanti meski segala macam berkat, kerukunan, perbuatan baik tapi kering secara rohani. Peng-cover-an secara rohani. Pemimpin-pun bukan nabi, bukan juga polisi. Pemimpin berperan sebagai orang tua kedua, ikut dalam penyertaan tapi anak yang menentukan. Pemimpin menuntun dengan hikmat yang benar.)

5. Dipenuhi dengan kasih abadi / eternal love.
(Bingkai untuk lukisan pernikahanmu. Kasih bukan hawa nafsu.)

# Bagi yang belum berpasangan : bergaul dengan sehat, jangan cemarkan kasih dengan cinta supaya kamu bisa menikah dengan sahabatmu. Lebih baik, saran yang memunkinkan.

# Bagi yang sudah berpasangan : Biarkan cinta bertumbuh. Saling memahami satu sama lain untuk menerima pasangan apa adanya. Inilah kebahagiaan sejati.

Ps. Philip Mantofa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s