The Seven Checklist

The Seven Checklist

List dalam memilih pasangan hidup. Penilaian Objektif dan Subjektif harus dilakukan

# Jika salah satu checklist ini gugur maka semua checklist sebelumnya gugur.

# lebih berani, lebih mudah, lebih berpengetahuan untuk memilih pasangan hidup.

# Roma 12:1-2
(Demi KEMURAHAN Allah bukan demi hukum taurat. Kemurahan Allah kebebasan kemerdekaan.)
(Allah adalah sumber dari segala yang sempurna namun memilih yang sempurna adalah tanggung jawab kita kepadaNya.)
(Keputusanku adalah kehendak Tuhan. Miliki prioritas yang benar. Prioritas mendahului keputusan.)
(Keputusan akan pengetahuan yang benar memperkaya kehendak Tuhan.)
(Hidup untuk Tuhan agar sanggup membedakan mana yang benar dan berkenan.)
(Keputusan diserahkan kepada kita agar kita memiliki prioritas dalam memutuskan.)
(Damai sejahtera, suara Tuhan, disertai pengetahuan yang benar.)

# Filipi 1:9-11
(Memilih menurut pengetahuan dan sandaran kepada firman Tuhan)

The checklist :
1. Komitmen bertumbuh secara pribadi dalam Kristus (filipi 2:12) (komitmen tidak sama dengan kharisma, daya tarik) (bedakan growing in the anointing dengan glowing in the anointing) (cari orang yang imannya aktif, jalan dengan Tuhan)

2. Visi hidupnya menyenangkan Tuhan (filipi 1:21-22a) (cari orang yang tahu kemana dia pergi, produktif, punya target untuk Tuhan, punya target dalam Tuhan.) (Tuhan senang akan visi hidupnya.)

3. Jujur (Lukas 16:10) (jujur yang dimaksudkan adalah ketulusan.) (Uji dari perkara kecil.)

4. Dewasa dan tanggung jawab (1 korintus 13:11) (jangan dilihat dari umur sekalipun tetap merupakan ukuran.) (Kenali pandangan hidupnya dengan cara bergaul / bersahabat dulu dengan dia.) (Tertib dan teratur dalam cara pandang hidupnya.) (Penting sekali untuk berkomunikasi dengan dia, jembatan untuk mengenalnya.)

5. Gambar diri sehat (Matius 22:39) (kita masih terus mengenal gambar diri kita didalam tujuan Tuhan.) (Mengasihi dirinya, merawat dirinya, bukan mengasihani / meratap akan dirinya.) (Bagaimana cara menangani masalah hidupnya.)

6. Sikap positif terhadap hidup (filipi 4:4) (jangan menemukan orang yang melukai diri sendiri.) (Hidupnya penuh keluhan / menggerutu.) (Lihat dari pergaulannya.) (Lihat sisi normalnya.) (Lihat saat dia bagaimana menghadapi masalah.)

7. Personal chemistry / saling jatuh cinta (kidung agung 8:5-7) (punya rasa ketertarikan) (keduanya harus punya rasa cinta) (membiarkan daya tarikmu bertahap muncul karena tidak sempurna di masing-masing pihak.)
(Tidak cuma karakter yang diperhatikan tapi juga romance-nya, yaitu rasa saling cinta.)
(Saran : Marry your bestfriend, bedakan bestfriend dengan oldfriend, karena bukan cinta yang timbul tapi juga dengan friendship yang telah dibangun lama jauh sebelum rasa cinta timbul didalam Tuhan.)
(Checklist yang paling final dan menentukan, tanpa yang terakhir ini, 6 checklist sebelumnya kesia-siaan.)

Ps. Philip Mantofa

Advertisements

Perbedaan Pria dan Wanita

Perbedaan Pria dan Wanita

Pria dan wanita diciptakan supaya gambaran Tuhan semakin jelas.

Kej. 1:26-28
Diciptakan supaya gambaran Allah nyata.

Pria dan wanita adalah berbeda dari awal penciptaan.

Banyak konflik terjadi akibat tidak taunya perbedaan antara pria dan wanita didalam suatu hubungan maupun keluarga.

Perbedaan pria dan wanita:
* pikiran dan perasaan;
Pria lebih logic (kerja otak kiri dominan), wanita lebih merasakan (kerja otak kanan dominan).
* telinga dan mata;
Kelemahan wanita adalah telinga. Kelemahan pria adalah mata.
Mahkota wanita adalah kecantikkannya, mahkota pria adalah kepandaiannya. Wanita senang mendengar (menceritakan lebih banyak dari pertanyaannya), pria senang melihat.
* mulut dan perut
Wanita lebih senang berbicara. Pria lebih suka makan.
* wanita adalah penolong sepadan, pria adalah seorang yang menolong.
Naluri masing-masing pihak yang berbicara.
* pria ingin dihormati, disegani, dibutuhkan, dihargai; wanita ingin dikasihi, disayangi

Keluarga ada didalam tangan Tuhan, hati Tuhan ada dalam keluarga.

Bangun mezbah untuk Tuhan dengan pasangan agar tetap kuat menghadapi perbedaan dalam suatu hubungan / keluarga.

Input ucapan syukur; prosesnya hadirat Tuhan;
Output ucapan syukur, perkataan berkat, perkataan firman.

Bangun mezbah keluarga untuk Tuhan agar perbedaan ter-cover Tuhan dan saling melengkapi.
* menjadi satu roh, satu tubuh (hub. Suami-istri), satu jiwa (membangun komunikasi)

* masing-masing menjadi sumber mata air berkat bagi keluarga

Tuhan tidak pernah berhutang pada orang yang menaruh kebenaranNya didalam hatinya.

Tuhan tidak pernah menolak setiap orang yang membuka hatinya untuk Tuhan. Setiap orang tanpa terkecuali.

Ps. Judy Koesmanto

Pacaran Kudus

Pacaran Kudus

Kasih dan Cinta terlihat sama tapi punya perbedaan tipis.

# Tanpa pacaran kudus tidak akan mungkin ada pernikahan kudus.

# Kekudusan bagi dunia seperti penjara. Diidentikan dengan penjara, hukum taurat, karena tipu daya iblis. Seolah sperti sesuatu yang membosankan, mengambil kebahagiaanmu. Iblis adalah bapa segala dusta. Percayalah kamu pada Allah Bapa. Percayailah firmanNya dengan iman. Jangan ragukan perintah dan kasihNya.

# Pencobaan itu tampak manis seperti hawa yang terpedaya memakan buah. Tanpa ditambah-tambahkan pencobaan hidup itu sudah tampak manis apalagi kamu meragukan kasih Allah, membuat kamu semakin tidak tahan dengan pencobaan.

# 5 prinsip pacaran kudus :

1. Pacaran sekali untuk menikah.
(Memulai dengan benar untuk menggenapi janji Tuhan dihidupmu. Jika bisa memulai dengan benar mengapa memperbaiki yang rusak. Lebih baik bertobat daripada binasa. Lebih baik taat daripada bertobat. Jangan coba-coba dalam pacaran. Coba-coba-lah dalam berdoa uji dengan Tuhan. Pacaran bukan karena merasa saling jatuh cinta begitu saja. Jatuh cinta bukan ukuran yang tepat untuk pacaran. Cinta yang bertanggung jawab karena didasari rasa percaya, hormat, saling menerima, saling memiliki, inilah cinta yang memuaskan.)
(Kidung agung 8:4 ; gagal merencanakan sama dengan merencanakan kegagalan, berencana dan libatkan Tuhan kapan sepatutnya kamu mulai berpacaran.)

2. Mengutamakan buah roh / buah kasih dalam berpacaran.
(Utamakan buah daripada pohonnya. Kasih itu memberi bukan mengambil, membangun bukan meruntuhkan, melindungi bukan menelanjangi/melucuti.)
(Matius 7:16-20 ; jangan bangga mendapat sesuatu dari pohon, tapi dari buahnya. Buah yang ada padamu. Buah dari kehidupanmu. Lihat dari buah untuk mengetahui mana yang kehendak Tuhan dan mana yang bukan. Karena dari buah kamu mengenal dirimu sendiri. Buah yang menentukan sedari pacaran hingga menikah.)

* Hormati hukum tubuh.
(Tubuh punya kuasa. Jangan remehkan dan Hormati potensi dan kekuatan lawanmu (dagingmu, tubuhmu sendiri) untuk bisa menang dan mengeluarkan buah roh. Belajar mengarahkannya dengan benar. Hormati tubuhmu kalo mau taklukan tubuhmu.)

* Hormati “kamar” pasanganmu.
(“Kamar” pasanganmu selama berpacaran apapun alasannya itu adalah musuhmu…!
Apa yang kamu “berhalakan” (kebersamaan yang terlalu mengekang, seks, apapun itu) selama pacaran tidak akan pernah kamu rasakan/nikmati dipernikahanmu nanti.)

* Supaya sungguh layak menerima berkat kudus di hari pernikahanmu.
(Penyertaan Allah, berkat finansial, berkat anak cucu. Tujuan memelihara kekudusan dan mengutamakan buah roh adalah untuk mendapat reward-nya ; ibrani 12:16-17 ; kamulah yang menabur dan menuai ; menabur angin menuai badai ; yang tidak kau tabur adalah yang tidak kau tuai ; berkat adalah berkat, kutuk adalah kutuk ; taburlah dan tabung buah roh sedari sekarang. Penyertaan Allah supaya Tuhan meng-cover

Spenuhnya. Berkat finansial supaya “tanah” tidak melawanmu, berkecukupan/berkelimpahan menyertaimu dengan tidak ada embel-embel kesusahan dibaliknya yang mengikuti. Berkat anak cucu supaya anak cucumu turut serta ikut menuai apa kamu tabur.)

3. Menghormati orang tua
(Keluaran 20:12 ; penting untuk hubunganmu direstui. Melibatkan orang tua dalam hubungan tapi jangan terlalu dalam, normal, dan yang sepantasnya. Restu orang tua menentukan berkat kebahagiaan pernikahanmu. Berdoalah karena kamu tahu bahwa kamu benar dan berusahalah dengan cara yang membawa berkat bagi orang tua yang tidak mengenal Tuhan.)

4. Menghormati gembala/pemimpin rohanimu.
(Ibrani 13:17 ; restu orang tua tanpa restu pemimpin adalah nol. Libatkan pemimpin dalam penyertaan hubungan pacaranmu, libatkan dalam proses perjalanan hubungan pacaranmu, kontrol kesehatan pacaranmu. Supaya tetap ada nilai alkitabiah dan spirit mengenal Tuhan dalam pernikahanmu nanti meski segala macam berkat, kerukunan, perbuatan baik tapi kering secara rohani. Peng-cover-an secara rohani. Pemimpin-pun bukan nabi, bukan juga polisi. Pemimpin berperan sebagai orang tua kedua, ikut dalam penyertaan tapi anak yang menentukan. Pemimpin menuntun dengan hikmat yang benar.)

5. Dipenuhi dengan kasih abadi / eternal love.
(Bingkai untuk lukisan pernikahanmu. Kasih bukan hawa nafsu.)

# Bagi yang belum berpasangan : bergaul dengan sehat, jangan cemarkan kasih dengan cinta supaya kamu bisa menikah dengan sahabatmu. Lebih baik, saran yang memunkinkan.

# Bagi yang sudah berpasangan : Biarkan cinta bertumbuh. Saling memahami satu sama lain untuk menerima pasangan apa adanya. Inilah kebahagiaan sejati.

Ps. Philip Mantofa