Kematian dan Kebangkitan

Kematian dan Kebangkitan

1 kor 15:3-8; 14-17; 54-58

. Tidak ada makhluk hidup manapun yang lepas dari jerat kematian

. Kematian jasmani mutlak, tetapi kematian rohani selalu bisa dibngkitkan

. Kepercayaan manusia cenderung sangat sulit diubah apabila cara pandang / cara pikirnya tidak diubah terlebih dulu

. Tuhan seolah memilih untuk menampakan diriNya.

. Kebenarannya adalah hanya orang percaya (murid -muridNya) dan orang yang dipilihNya (500 orang dan paulus) bisa melihat kebangkitan Tuhan

. Kebangkitan Tuhan harus dapat disaksikan / dapat dialami sebagai tanda kamu diubah, berubah, diperbaharui, dan lahir baru

. Mengalami kebangkitan Tuhan adalah salah satu tanda kamu mengalami perubahan hidup

. Kebangkitan Yesus itu beda dengan hidup kembali. Kebangkitan dengan hidup kembali sama sekali berbeda

. Bangkit berarti tidak mati. Hidup kembali suatu saat akan mati

. Kebangkitan rohani adalah kebangkitan roh-mu, jiwamu. Jika hanya hidup kembali roh-mu, jiwamu akan mati kembali suatu saat.

. Pastikan roh-mu bangkit, bukannya hidup kembali

. Bangkit itu menerima tubuh yang berbeda, roh dan jiwa yang berbeda

. Bangkit dalam nama Yesus berarti kamu menerima roh dan jiwa yang baru!

. Roh Kudus adalah partner kebangkitan hidupmu selama kamu hidup

* kisah hidup gilbert west dan barry littleton (bahwa Yesus bangkit dan paulus bertobat)

* kisah hidup frank morrison (buku “who moved the stone”)

* kisah hidup simon greenleaf (buku “the testimony of the evangelist”)

. Kepenuhan Roh Kudus bukan ukuran melainkan mengurangi kapasitas kedagingan untuk sebaliknya penuh oleh Roh Kudus

. Dasar kekristenan adalah kebangkitan Yesus Kristus

. Kematian tanpa kebangkitan adalah sia-sia. Iman yang bangkit adalah iman yang baru. Iman yang hidup kembali adalah iman daur ulang

. Iman telah ada sejak kita dibangkitkan dalam nama Yesus. Jangan minta untuk ditambah atau diperbesar, tetapi mintalah untuk dilatih dan dimultiplikasi untuk slot-slot karunia Roh Kudus bisa masuk

* kisah billy standley (kematian adalah kematian apa pun juga gayanya, tidak bangkit itu tidak ada apa-apanya)

. Dampak kebangkitan Yesus adalah pengharapan, janji Tuhan, dan keadilan

. Hilang harapan sama dengan mati

. Orang yang penuh pengharapan adalah hidup

. Dunia bukan permanen. Jangan pegang sesuatu apapun (berkat Tuhan juga) di dunia terlalu erat, berbagi dan memberilah

. Kepahitan bukan alasan dan pilihan karena Tuhan Yesus sudah bangkit

Ps. Soekirno Tarjadi

Kain Kafan

Rintangan menuju mukjizat…

Kain Kafan

# Mujizat itu tidak memanipulasi Tuhan. Asal hati kita benar jangan takut minta terhadap Tuhan.

# Masuklah dengan berani mengharapkan mujizat, increase, berani minta tolong, apapun yang kamu inginkan / kebutuhanmu, dan nanti-nantikan apalagi itu bagian dari orang percayake hadiratNya.

# Takut akan Tuhan tidak sama sekali dengan ketakutan akan Tuhan. Ketakutan menimbulkan keraguan, kebimbangan iman.

# Izinkan Tuhan mengajarkan sesuatu yang baru. Beri ruang kosong dalam doamu untuk Tuhan berkata lain menurut rencana–kehendakNya.

# Beriman yang berani kepada Allah Bapa. Karena Dia adalah Bapa kita.

# Banyak tanpa disadari kita sendiri yang mengagalkan mujizat terjadi atas hidup kita.

# Yohanes 11:43-44
(Suara perintah Tuhan yang tidak ada menjadi ada.)
(Jika kita diurapi kita bisa berbicara pada sesuatu dan akan terjadi.)
(Jangan menggunakan iman disaat perlu saja. Perlu diasah, dilatih supaya jangan menjadi kecewa, plin-plan. Alasan mengapa kuasa Tuhan tidak nyata melalui mulut kita.)
(Latihlah pengakuan imanmu. Sedia payung sebelum kita. Simpan dulu iman dalam mulutmu ketika di-release mujizat terjadi.)
(Berdoa dengan selalu belajar mengakui iman.)
(Iman itu dasarnya firman Allah, pengetahuan akan firmanNya, bukan sekedar perkataan positif.)

(Berkat / mujizat diberikan disaat kamu percaya. Tapi, untuk menikmatinya “kain kapan” perlu dilepaskan.)

(Hati yang gembira adalah obat terbaik ; amsal 17:22)
(Bangun berkat Tuhan didalam dirimu dengan memperkatakan pengakuan iman. Bergembiralah didalam Tuhan.)
(Tuhan sudah beri mujizat tapi kita kebanyakan masih hidup dalam kutuk, melalaikan tanggung jawab yang Dia beri.)
(“Kain kafan” itu merupakan tanggung jawab kita untuk dilepaskan.)

# Apa saja “kain kafan” itu?

1. Keluhan / mengeluh.
(Berhenti mengeluh)
(Mengeluh sama saja dengan membunuh potensi dirimu sendiri.)
(Ambil posisi iman dihadapan Tuhan sebagai ganti keluhan.)
(Mengeluh sama dengan mencobai Allah.)
(Mengeluh mengartikan anda memiliki “mental kekurangan”.)
(Mengeluh membuat Allah menghentikan sebentar rencanaNya untuk berubah rencana menyadarkanmu dari keluhanmu. Sehingga semakin lama anda menolak disiplin semakin lama penggenapan janji, rencana, rancangan Allah atas hidupmu.)
(Mengeluh berarti membunuh karaktermu sendiri.)
(Kehidupan Allah didalammu takkan pernah berarti jika matamu masih tertutup “kain peluh”)

2. Kekhawatiran
(Orang yang kuatir membatasi dirinya sendiri karena merasa tidak aman. Rasa tidak aman bersama Tuhan.)
(Kekhawatiran adalah ciptaan kedagingan pikiranmu.)
(Kekhawatiran membuat takut untuk taat kepada Tuhan. Takut mengambil langkah iman. Padahal langkah iman-lah yang membuat mujizat.)
(Lepaskan kekhawatiran dengan tindakan iman yang berani.)
(Jangan ditundukkan oleh kekhawatiranmu.)
(Rasakan aman dengan janji Allah. Karena Allah adalah Bapa yang bertanggung jawab kepadamu.)

(Berani beriman sama dengan berani bertindak.)
(Iman tidak khawatir tapi tidak ceroboh.)
(Jika itu satu-satunya berikan. Tuhan menguji apakah kamu aman dengan Dia di hari esok.)
(Trauma adalah tanda kamu menyerah pada ketakutan khawatirmu.)
(Jangan ubah haluan imanmu hanya karena perkataan orang lain, kritik, keluhan, dan rasa khawatir–takut.)
(Kita hidup “lebih lama” jika kita tidak khawatir.)
(Jangan biarkan rasa khawatir berkuasa, memerintah atas hidupmu.)
(Kamu berani karena beriman dan diurapi Tuhan.)

(Jangan mencobai imanmu ; roma 12:3)

* Langkah pertama menentukan…

Song:
Yesus terlebih besar didalamku selama lamanya

Ps. Philip Mantofa

Memberi Perhatian

Perhatian, apakah anda butuh perhatian? atau anda orang yang memberi perhatian? atau anda orang yang diperhatikan?

Sedikit cuplikan tentang perhatian berdasar 1 Korintus 12:12-31

Apa yang dapat dilakukan oleh seorang penderita gangguan jiwa? Mungkin banyak yang mengabaikan mereka, karena dianggap tidak berguna. Namun tahukah Anda bahwa William Cowper, pencipta lagu himne terkenal, There Is A Fountain Filled With Blood (Kidung Jemaat No. 35: Tercurah Darah Tuhanku), adalah seorang yang pernah menderita depresi berat? Berkali-kali ia mencoba bunuh diri hingga ia pernah dirawat di rumah sakit jiwa. Di sanalah ia membaca Alkitab dan bertobat. Semasa hidup, Cowper menulis 68 syair lagu rohani, banyak di antaranya masih dinyanyikan gereja hingga hari ini. Salah satu yang memengaruhi pertumbuhannya adalah kasih John Newton, gembala di gerejanya, yang terus memberi dorongan, dan mengajaknya melayani Tuhan.

Apa yang dilakukan Newton merupakan contoh konkret sikap saling menolong dalam tubuh Kristus, seperti yang diilustrasikan Paulus. Tiap anggota tubuh telah ditentukan Allah memiliki fungsi dan tempatnya masing-masing (ayat 18). Tak ada yang dapat berdiri sendiri. Bagian yang tampak paling lemah bahkan punya peran yang sangat penting (ayat 22). Yang tampak tidak elok, justru harus lebih diperhatikan, bukan diabaikan, apalagi disingkirkan. Dengan saling memperhatikan, masalah dalam tubuh dapat dihindari, karena tiap anggota dapat memenuhi fungsinya dengan baik (ayat 25).

Memberi perhatian, mengasihi dan menghormati mereka yang tampaknya lemah; yang kurang terampil dan tidak pandai, merupakan kehendak Kristus bagi anggota-anggota tubuh-Nya. Alangkah indah dan eratnya persekutuan umat percaya jika setiap kita melakukannya. Kita bisa memulainya hari ini.—HEM

PERSAUDARAAN DI DALAM KRISTUS AKAN MAKIN TANGGUH
JIKA KITA SEDIA MENOLONG SAUDARA YANG LEMAH DAN RAPUH.

credit : renungan harian